Kamis, 06 Mei 2021

Cara Membaca Jangka Sorong Dijurusan Teknik

JANGKA SORONG

Jangka sorong adalah alat ukur yang mampu mengukur jarak, kedalaman, maupun diamter dalam suatu objek dengan tingkat akurasi dan persisi yang sangat baik ( 0,05 mm). Hasil dari ketiga fungsi alat tersebut dibaca dengan cara yang sama.

Jangka Sorong


Alat ini digunakan secara luas di bidang enginering industri, sekolah jurusan permesinan (teknik). Mulai dari proses desain /perancangan, manufaktur/pembuatan hingga pengecekan akhir produk. Alat ini dipakai luas karena memiliki tingkat akurasi yang sangat baik, dan persisi yang cukup tinggi, mudah di gunakan dan alatnya kecil sehingga mudah untuk di bawa kemanapun dan tidak membutuhkan perawatan khusus. Inilah alasan kenapa jangka sorong disukai oleh insiyur dibanding alat konvensional lainnya.

Bagian Bagian Jangka Sorong

Bagian - bagian jangka sorong terdiri dari sekala baca yang tercetak pada badan alat ini (sama seperti pada penggaris), yang dapat diatur berdasarkan letak “rahang” jangka sorong; terdapat dua pasang rahang, yakni sepasang rahang luar (atau rahang bawah) untuk mengukur jarak (pengukur utama) dan sepasang rahang dalam (atau rahang atas) untuk mengukur ‘diameter dalam’ (contohnya mengukur diameter dalam pada cincin). Kedua pasang rahang tersebut dapat digerakkan untuk pengukuran, jarak antar rahang untuk kedua pasang rahang tersebut dapat dibaca dengan cara yang sama. Selain itu pula, terdapat tangkai ukur kedalaman yang pergerakannya diatur dengan cara menggerakkan rahang. Karena ketiga bagian-bagian jangka sorong tersebut saling bergerak bersamaan, maka ketiga fungsi tersebut pengukurannya dibaca/dihitung dengan cara yang sama.

Cara membaca atau memakai jangka sorong

Perhatikan hasil pengukuran diatas. Cara membaca jangka sorong untuk melihat hasil pengukurannya hanya dibutuhkan dua langkah pembacaan:

Jangka Sorong


1.      Membaca skala utama: Lihat gambar diatas, 21 mm atau 2,1 cm (garis merah) merupakan angka yang paling dekat dengan garis nol pada skala vernier persis di sebelah kanannya. Jadi, skala utama yang terukur adalah 21mm atau 2,1 cm.

2.      Membaca skal vernier: Lihat gambar diatas dengan seksama, terdapat satu garis skala utama yang yang tepat bertemu dengan satu garis pada skala vernier. Pada gambar diatas, garis lurus tersebut merupakan angka 3 pada skala vernier. Jadi, skala vernier yang terukur adalah 0,3 mm atau 0,03 cm.

Untuk mendapatkan hasil pengukuran akhir, tambahkan kedua nilai pengukuran diatas. Sehingga hasil pengukuran diatas sebesar 21 mm + 0,3 mm = 21,3 mm atau 2,13 cm.

Suatu baut panjangnya diukur dengan menggunakan jangka sorong dengan skala utama centimeter seperti yang dapat dilihat pada gambar diatas. Tentukan hasil perhitungan akhir dari pengukuran diatas dalam satuan milimeter

Jangan lupa Share/bagikan postingan ini. Semoga bermanfaat

 

Selasa, 04 Mei 2021

Spesifikasi komputer untuk Editing yang Gahar

 Spesifikasi Komputer Untuk Editing

Saat ini komputer sangat dibutuhkan untuk mengolah audio video maupun desain, tentunya memerlukan spesifikasi perangkat komputer yang cukup mempuni agar proses editing berjalan dengan lancar tanpa gangguan. Oleh karena itu pekerjaan desain grafis/visual dan editing video sangat diminati karena menjadi profesi yang sangat menjanjikan. Dimasa pandemi ini banyak kalangan tertentu belajar editing dengan mengikuti pembelajaran privat tetapi banyak juga yang dengan virtual/otodidak.

tentunya pekerjaan ini butuh ketelitian dan akurasi visual yang tinggi, tujuannya agar konten yang di buat mendapat hasil yang benar benar mampu menjadi produk terbaik yang banyak diminati oleh konsumen

Jika berminat dengan pekerjaan ini kalian tentu membutuhkan perangkat PC untuk mengerjakannya, tentu bukan sembarang PC tetap PC yang mempunyai kinerja workstation tinggi. Apalagi pada saat membuka aplikasi seperti adobe premier, AutoCAD, Adobe Photoshop, Adobe after effect, Corel draw, 3Dx Max dan lainnya. Yang mempunyai fitur fitur untuk membantu proses editing dan membuat konten yang menarik.

spesfifikasi PC

CPU class high- end / mid-end ?

Sebelumnya, apa itu CPU ? adalah pondasi utama dari pengeditan video pada PC ,jumlah dan kecepatan dari core processor akan menentukan seberapa cepat kinerja komputer, jika tidak memiliki prosesseor yang kuat , meskipun RAM yang besar, motherboard kelas atas maka tetap saja proses pengeditan akan berjalan lambat   

Kalian harus menggunakan CPU high-end karena mempunyai kemampuan yang lebih baik dari pada processor dibawahnya dan memiliki core lebiih banyak, lebih kenceng dan fitur fitur amat baik yang dapat meningkatkan kinerja komputer.

Untuk pembuatan anggaran, kami merekomendasikan AMD Ryzen 5 1600 AF atau AMD Ryzen 5 2600 untuk spek minimum, atau bisa juga memilih AMD Ryzen 5 3600 atau Ryzen seri 7 dan bahkan Ryzen 9 apabila memiliki anggaran yang lebih tinggi.

Apabila Anda penggemar intel, Anda bisa mencoba intel i5-9600 atau seri i7 apapun meskipun bisa dibilang teknologinya akan tertinggal dari Ryzen seri 3000-an.

Kemungkinan jika menggunakan CPU high-end tidak kan mengalami kendala seperti, lag, delay atau crash. Desain, editing dan rendering lebih mudah dan cepat. 

Spesifikasi PC


Jika processor dirasa harganya terlalu mahal, maka disarankan untuk menggunakan processor mid-end yang harganya relatif murah dan terjangkau. Dan tentu spesifikasinya sedikit dibawah high-end. Sebelum membelinya kalian harus memilih processor untuk editing sebaiknya yang telah di produksi 3 tahun kebelakang, yang mudah dijumpai dipasaran dan mempunyai kinerja yang cukup memadai 

Kalian tentunya bisa menggunakan core 4 atau dibawahnya. Hanya saja kalian akan mengalami kendala berupa penuruan kinerja produktivitas, sebab CPU yang di gunakan sudah tertinggal jauh dan aplikasi yang di gunakan semakin besar dan itu resiko. 

Jangan lupa share/bagikan postingan ini. Semoga bermanfaat

MEMANIPULASI AUDIO DENGAN MENGGUNAKAN FITUR- FITUR PERANGKAT LUNAK AUDIO DIGITAL

Belajar Dasar Suara dan Aplikasi Pengolah Suara Suara adalah Sesuatu yang dihasilkan oleh getaran yang berasal dari benda bergerak. Sesuatu ...