Senin, 29 Maret 2021

Pengertian, tata cara dan bacaan-bacaan sholat jenazah

 SHOLAT JENAZAH

Sholat jenazah sama hal nya dengan sholat umum biasanya yaitu harus menutup aurat, tetap berbeda dari segi teknis dan bacaannya, di karena kan sholat jenazah tidak menggunakan sujud, i’tidal dan ruku. Hukum mensholatkan jenazah yaitu fardhu kifaya. 

Kewajiban melaksanakan sholat jenazah adalah tanggung jawab bersama, maka dari itu ketika seseorang meninggal maka yang mengurus jenazah bukan saja dari pihak keluarga, melainkan semua penduduk yang dekat dengan keluarga almarhumah harus ikut andil.

sholat jenazah


Berikut tata cara dan bacaan melaksanakan sholat jenazah.

1. Letakan jenazah dengan posisi di depan imam

2. Posisi kepala jenazah berada disebelah kanan imam

3. Imam mulai berdiri di depan jenazah

4. Makmum berada dibelakang imam

5. Imam memposisikan diri sesuai jenis kelamin jenazah

6. Jika jenis kelamin jenazah laki-laki posisi imam sejajar dengan kepala jenazah

7. Jika jenis kelamin jenazah perempuan posisi imam sejajar dengan pusar/perut jenazah

8. Kemudian imam mengucapkan niat shalat jenazah   setelah itu diikuti oleh si makmum

9. Niat Sholat Jenazah (Mayit) Laki-laki


اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLI 'ALAA HAADZALMAYYITI ARBA'A TAKBIRAATIN FARDHOL KIFAAYATI MA'MUUMAN LILLAAHI TA'AALA.

Artinya :

Saya niat shalat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah karena menjadi makmum karena Allah Ta’ala.

10. Niat Sholat Mayit (Jenazah) Perempuan


اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLI 'ALAA HAADZIHIL MAYYITATI ARBA'A TAKBIRAATIN FARDHOL KIFAAYATI MA'MUUMAN LILLAAHI TA'AALA.

Artinya :

Saya niat shalat atas mayit perempuan ini empat kali takbir fardhu kifayah karena menjadi makmum karena Allah Ta’ala.


Lafadz niat diatas merupakan bacaan niat ketika kita sholat jenazah menjadi ma'mum. Namun apabila kita menjadi imam, maka lafadz atau bacaan "MA'MUUMAN" diganti dengan lafadz "IMAA'MAN". Sehingga bacaan niat sholat jenazah sebagai imam untuk mayyit laki-laki adalah sebagai berikut : 


اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLI 'ALAA HAADZALMAYYITI ARBA'A TAKBIRAATIN FARDHOL KIFAAYATI IMAAMAN LILLAAHI TA'AALA.

Artinya :

Saya niat shalat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah menjadi imam karena Allah Ta’ala.

11. Andaikan shalat jenazah  itu dilakukan tanpa mengetahui identitas Jenazahnya dengan tepat,  maka niatnya adalah


أصلى على من صلى عليه اللإمام اربع تكبيرات فرض الكفاية مأموما لله تعالى

Saya niat shalat  atas mayit yang dishalati iamam empat kali takbir fardhu kifayah menjadi makmum karena Allah Ta’ala. 


12. Setelah takbir dilanjutkan dengan membaca ta'awudz lalu dilanjutkan dengan membaca al fatihah, tanpa disertai dengan doa iftitah ataupun surat pendek seperti sholat pada umumnya. ini berdasarkan pendapat banyak ulama bahwa dalam sholat jenazah tidak diwajibkan membaca doa iftitah.

Takbir Pertama


 Bacaan Ta'awwudz :


أعوذ بالله من الشيطان الرجيم


A'uudzubillaahi minasy syaithaanir rajiim

Artinya : Aku berlindung dari syaitan yang terkutuk


Lalu Dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah.


Takbir Kedua 


Setelah takbir pertama dan membaca Surat Al Fatihah seperti diatas,kemudian dilanjutkan dengan Takbir Kedua dan terus dilanjut dengan membaca shalawatNabi Muhammad SAW

Shalawat Nabi Muhammad Saw yaitu:

Allahumma shalli ‘alaa sayidina Muhammadin wa’alaa aali sayidina Muhammadin. Kamaa shallaita ‘alaa sayidina Ibrahim wa ‘allaa aali sayidina Ibrahim. Wa baarik ‘alaa sayidina Muhammadin wa ‘alaa aalii sayidina Muhammad. Kamaa baarakta ‘alaa sayidina Ibrahim wa ‘alaa aali sayidina Ibrahim fil-‘aalamiina innaka hamiidummajid.


Artinya:

“Ya Allah, berilah shalawat atas Nabi Muhammad dan atas keluarganya, sebagaimana Tuhan pernah memberi rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad dan para keluarganya, sebagaimana Tuhan pernah memberikan berkah kepada Nabi Ibrahim dan para keluarganya. DI seluruh ala mini Tuhanlah yang terpuji Yang Maha Mulia.”

Takbir Ke- Tiga


Menmbaca do'a :

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ

مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ

وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ

وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ

وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّار


Allahummaghfir lahu (lahaa) warhamhu (haa) wa’aafihii  wa’fu ‘anhu (haa) wa akrim nuzulahu (haa) wawassa’madkhalahu (haa) waghsilhu (haa) bil-maa’I watstsalji wal-baradi wanaqqihi (haa) minal-khathaayaa kamaa yu-naqqatats-tsaubul-abyadhu minad-danasi waabdilhu (haa) daaran khairan min daarihi (haa) wa ahlan khairan min ahlihi (haa) wa zaujan khairan min zaujihi (haa) wa adkhilhul jannata wa a’iduhu min ‘adabil qabri wa ‘adabin nar

Artinya:


“Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan peliharalah ia dari siksa kubur dan azab api neraka.” (HR. Muslim)


 * Jika mayit perempuan kata lahu diganti menjadi lahaa.

 

Jika mayitnya masih anak - anak yang belum baligh maka doanya sebagai berikut:


اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًا لِأَبَوَيْهِ وَسَلَفًا وَذُخْرًا وَعِظَةً وَاعْتِبَارًا وَشَفِيعًا ، وَثَقِّلْ بِهِ مَوَازِينَهُمَا ، وَأَفْرِغْ الصَّبْرَ عَلَى قُلُوبِهِمَا وَلَا تَفْتِنْهُمَا بَعْدَهُ وَلَا تَحْرِمْهُمَا أَجْرَهُ


"ALLOOHUMMAJ’ALHU FAROTHON LI ABAWAIHI WASALAFAN WA DZUKHRON WANGIDZZOTAN, WA’TIBARON WA SYAFII’AN. WATSAQQIL BIHI MAWAAZIINAHUMAA WA AFRIGHISSOBRO NGALAA QULUUBIHIMAA WALAA TAFTINHUMAA BA’DAHU WALAA TAHRIMHUMAA AJROHU".

Artinya: Ya Alloh jadikanlah ia sebagai simpanan bagi kedua orang tuanya, juga sebagai titipan, kebajikan yang didahulukan, dan menjadi ibarat serta syafaat/pembelaan bagi dua orang tuanya. Beratkanlah timbangan orang tuanya kerananya, serta berilah kesabran dalam hati keduanya, janganlah engkau jadikan fitnah bagikeduanya sepeninggalnya, dan janganlah engkau menghalang halangi apahala keduanya karenanya

Takbir Ke-Empat 

menbaca Doa : 

Salam

السَّلَام عَلَيْكم وَرَحْمَة اللَّه


Posisi Kepala Jenazah Saat Dishalati Yang Benar

Menurut sebagian besar ulama syafiiyah, yang lebih afdol adalah memposisikan kepala mayit laki-laki di arah kiri imam atau munfarid. Kalau di Indonesia, kepala mayit berada di sebelah selatan. Kalau mayit perempuan di arah kanan imam dan munfarid (kepala mayit perempuan di sebelah utara)

Referensi.

وفي البجيرمي ما نصه ويوضع رأس الذكر لجهة يسار الإمام ويكون غالبه لجهة يمينه خلافا لما عليه عمل الناس الآن ويكون رأس الأنثى والخنثى لجهة يمينه على عادة الناس الآن ع ش والحاصل أنه يجعل معظم الميت عن يمين المصلي فحينئذ يكون رأس الذكر جهة يسار المصلي والأنثى بالعكس إذا لم تكن عند القبر الشريف أما إذا كانت هناك فالأفضل جعل رأسها على اليسار كرأس الذكر ليكون رأسها جهة القبر الشريف سلوكا للأدب كما قاله بعض المحققين ا هـ (تحفة المحتاج : 3/156 ط: دار إحياء التراث العربي)


tata cara mensholatkan jenazah


Dalam al-Bujairami disebutkan sebagai berikut: Kepala laki-laki diletakkan di arah kiri imam dan sebagaian besar badan mayit berada di arah kanan imam. Hal ini berbeda dengan apa yang dilakukan masyarakat saat ini. Dan kepala perempuan dan huntsa di arah kanan imam menurut kebiasaan manusia. Kesimpulannya, sebagian besar badan mayit diposisikan di arah kanan mushalli. Dengan demikian, kepala lelaki berada di arah kiri. Untuk perempuan sebaliknya, jika tidak berada di maqam Rasul. Jika di sana, maka yang lebih afdol adalah meletakkan kepala perempuan di sebelah kiri imam seperti kepala mayit lelaki, agar lurus dengan arah maqam rasul sebagai bentuk adab. Hal ini sebagaimana yang yang dikatakan ulama muhaqqiqin. (Tuhfatul Muhtaj: 3/156 cet. Dar Ihya’ Turats al-Arabi)

Doa diatas adalah doa untuk jenazah laki laki satu, jika jenazahnya ada du orang laki laki atau perempuan, maka HU diganti dengan HUMA.

Sedangkan untuk perempuan satu orang, diganti dengan HA.

Jika jenazahnya berjumlah banyak dan berkelamin pria maka diganti HUM.

Jika banyak mayit wanita maka diganti dengan HUNNA.

Untuk campuran laki-laki maupun perempuan yang digabung sehingga jumlahnya banyak maka, bisa pakai HUM.Misal"Allahummaghfirlahumwarhamhum,wa’aafihiwa’fu‘anhum .... "

Shrae/bagikan postingan ini. Semoga bermanfaat


Kamis, 25 Maret 2021

Tata cara mengkafani jenazah dengan syariat islam

 MENGKAFANI JENAZAH 

Mengurus jenazah merupakan kewajiban manusia yang hidup berdampingan sekaligus sebagai umat yang taat, oleh karena itu kita harus saling membantu dan sama halnya dengan memandikan jenazah yaitu hukumnya fardhu kifayah

Berikut tata cara mengkafani jenazah laki – laki dan perempuan 

1. Sobek/gunting kain kafan selebar + 2 cm sepanjang kain untuk tali pocong (ikat)

2. Potong kain  kafan sesuai dengan ukuran dan kelamin (laki 3 lapis, perempuan 5 lapis)

3. Guntinglah kainkafansatu helai untuk cawat. Lebar tali 5-7 cm. 

4. Kain untuk cawat. Caranya dengan menggunting kain sepanjang 50 cm lalu dilipat menjadi tiga bagian yang sama. Salah satu ujungnya dilipat kira-kira 10 cm lalu digunting ujung kanan dan kirinya untuk lubang tali cawat. Lalu masukkanlah tali cawat pada lubang-lubang itu. Dalam cawat ini berilah kapas yang sudah ditaburi kapur barus atau cendana sepanjang cawat. 

5. Kain sorban atau kerudung. Caranya dengan menggunting kain sepanjang 90/115 cm lalu melipatnya antara sudut yang satu dengan yang lain sehingga menjadi segi tiga. Sorban ini berguna untuk mengikat dagu mayit agar tidak terbuka. 

6. Sarung. Caranya dengan menggunting kain sepanjang 125 cm atau lebih sesuai dengan ukuran mayit. 

7. Baju. Caranya dengan menggunting kain sepanjang 150 cm atau lebih sesuai dengan ukuran mayit. Kain itu dilipat menjadi dua bagian yang sama. Lebar kain itu juga dilipat menjadi dua bagian sehingga membentuk empat persegi panjang. Lalu guntinglah sudut bagian tengah menjadi segi tiga. Bukalah bukalah kain itu sehingga bagian tengah kain akan kelihatan lubang berbentuk belah ketupat. Salah satu sisi dari lubang itu digunting lurus sampai pada bagian tepi, sehingga akan berbentuk sehelai baju.

8. Letakkan tali-tali pengikat kain kafan sebanyak 5 helai, dengan perkiraan yang akan ditali adalah:

1) Bagian atas kepala 

2) Bagian bawah dagu 

3) Bagian bawah tangan yang sudah disedekapkan 

4) Bagian lutut

5) Bagian bawah telapak kaki.

9. Bentangkan kain kafan dengan susunan antara lapis pertama dengan lapis lainnya tidak tertumpuk sejajar, tetapi tumpangkan sebagian saja, sedangkan lapis ketiga bentangkan di tengah-tengah.

10. Pasang cawat dan talikan pada bagian atas

11. Tutuplah lubang hidung dan lubang telinga dengan kapas yang bulat. 

12. Sedekapkan kedua tangan mayait dengan tangan kanan di atas tangan kirinya. 

13. Tutuplah persendian mayit dengan kapas-kapas yang telah ditaburi kapur barus dan cendana yang dihaluskan, seperti sendi jari kaki, mata kaki bagian dalam dan luar, lingkaran lutut kaki, sendi jari-jari tangan, pergelangan tangan, siku, pangkal lengan dan ketiak, leher, dan wajah/muka. 

14. Lipatlah kain sarung yang sudah disiapkan.

15. Kenakan baju yang sudah disiapkan dengan cara bagian sisi yang telah digunting diletakkan di atas dada dan tangan mayit. 

16. Ikatkan surban yang berbentuk segitiga dengan ikatan di bawah dagu. 

17. Lipatkan kain kafan melingkar ke seluruh tubuh mayit selapis demi selapis sambil ditarik ujung atas kepala dan ujung bawah kaki. 

18. Kemudian talikan dengan tali-tali yang sudah disiapkan.

Adapun kain kafan untuk anak-anak adalah satu lembar kain kafan yang cukup untuk membungkus seluruh tubuhnya.Akan tetapi yang lebih utama tetap tiga lembar kain warna putih.

mengkafani jenazah


Cara mengkafani laki-laki.

1. Bentangkan tiga lebar kain kafan yang suda dipotong sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan dengan cara disusun, kain yang paling lebar diletakkan dipaling bawah. Kalau ukuran lebar kain sama, geserlah kain yang ditengah kekanan sedikit dan yang paling atas kekiris edikit atau sebaliknya. Dan jika sendainya lebar kain kafan tidak cukup untuk menyelimuti mayit, maka geser lagi hingga bias menutupi mayit. Dan jika tetap tidak bias menutupinya, baik karena mayitnya besar atau yang lain, maka lakukan penambahan sesuai dengan kebutuhan.

2. Lulutlah (berilah) kain kafan dengan wangi-wangian.

3. Persiapkan tiga atau lima utas kain tali dan letakkan dibawah kain yang paling bawah. Dan agar tali dibagian dada (diatas tangan dan dibawahnya) tidak mudah bergeser, potonglah dengan bentuk khusus. (satu utas tali yang dibagi dua, sedangkan ditengan tetap tidak disobek)

4. Persiapkan kafan yang sudah diberiwangi-wangian kayu cendana untuk diletakkan dibagian anggota badan tertentu antara lain sebagaimana berikut.

a. Bagian Manfad (lubang terus) yang terdiri dari :

• Kedua Mata

• Hidung

• Mulut

• Kedua telinga (dan sebaiknya menggunakan kapas yang lebar, sekiranya bias menutupi seluruh muka mayit)

• Kemaluan danlubang anus.

b. Bagian anggota sujud, yang terdiri dari :

• Dahi

• Kedua telapak tangan

• Kadua lutut

• Jari-jari kedua kaki

c. Bagian persendian dan anggota yang tersembunyi, yang terdiri dari :

• Kedua lutut paling belakang

• Ketiak

• Kedua telingan bagian belakang

5. Angkatlah dengan hati-hati dan baringkan diatas kain yang telah dipersiapkan sebagaimana tersebut diatas.

6. Tutuplah bagian anggota badan tertentu sebagaimana tersebut dinomor 4

7. Selimutkan kainkafan pada jenazah selembar demi selembar mulai dari yang paling atas hingga yang paling bawah, kemudian ikatlah dengan kain tali yang telah disediakan.

Cara mengkafani perempuan

1. Bentangkan dua lembar kain kafan yang sudah di potong sesuai dengan ukuran yang di butuhkan.kemudian letakkan pula kain sarung di atasnya di bagian bawah (tempat di mana badan antara pusar dan kedua lutut di rebahkan)

2. Persiapan baju kurung dan kerudung di tempatnya.

3. Sediakan lima utas kain tali dan letakkan dibawah kain kafan yang paling bawah yang telah di bentangkan.

4. Sediakan kapas yang sudah diberiwangi-wangian untuk di letakkan dibagian anggota badan tertentu

5. Angkatlah jenazah dengan hati-hati, kemudian baringkan di atas kain kafan yang sudah di bentangkan dan yang sudah di lulut dengan wangi-wangian.

6. Letakkan kapas di bagian anggota badan tertentu sebagaimana tersebut di cara nomor 04 cara mengkafani mayit laki-laki.

7. Selimutkan kain sarung di badan mayit antara pusar dan kedua lutut dan pasangkan juga baju kurung berikut kain penutup kepala (kerudung).Bagi yang rambutnya panjang di kepang menjadi dua atau menjadi tiga, dan di letakkan di atas baju kurung tempatnya di bagian dada.

mengkafani jenazah


Setelah pemasangan baju kurung dan kerudung selesai, maka selimutkan kedua kain kafan selembar demi selembar mulai dari yang paling atas sampai yang paling bawah, setelah selesai ikatlah dengan tiga atau lima tali yang telah di sediakan.

Share/bagikan postingan ini. Semoga bermanfaat.


Rabu, 24 Maret 2021

Tata cara dan doa memandikan jenazah

 MEMANDIKAN JENAZAH

Dalam islam memandikan jenazah adalah salah satu syarat yang harus dilakukan sebeleum mengkafani, disholatkan dan memakamkan si jenazah/mayit ke liang lahat. Hukumnya yaitu fardhu kifayah (wajib dikerjakan) berikut tata cara memandikan jenazah bereserta doa dan siapa yang berhak memandikannya.

Tentunya hukum memandikan jenazah adalah wajib. Untuk melakukannya tidak boleh sembarang orang, harus yang sudah memahami dan mengerti tata cara dan aturannya saat memandikan jenazah. Berdasarkan syariat islam yang lebih utama memandikannya yaitu dari keluarganya, dan itupun ada aturannya.

memandikan jenazah


Peralatan yang harus disiapkan

Air bersih 

Sabun, wangi – wangian non alkohol dan kapur barus/kamper

Sarung tangan untuk memandikan

Kapas 

Potongan kain

Handuk 

Doa memandikan jenazah laki-laki

 Nawaitul gusla adaa-an 'an haadzal mayyiti lillahi ta'aalaa.

Artinya: Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayit (laki-laki) ini karena Allah Ta'ala.

Doa memandikan jenazah perempuan

Nawaitul gusla adaa-an 'an haadzihil mayyitati lillaahi ta'aalaa.

Artinya: Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayit (perempuan) ini karena Allah Ta'ala.



Tata cara memandikan jenazah

1. Tidurkan jenazah di atas penyangga (meja mandi, orang, pohon pisang)  telentang dan dapat menghadap kiblat

2. Bacalah doa untuk memandikan jenazah (cukup bismillah, doa khusus) sampai terdengar oleh semua yang ada disitu

3. Alirkan air biasa dimulai dari kepala sampai ke ujung kaki secara merata sebanyak 3 kali

4. Alirkan air sabun mulai dari kepala sampai keujung kaki sambil menggosok minimal 3 kali, 5 kali, 7 kali atau sampai bersih dengan hitungan ganjil

5. Balikkan jenazah ke kanan hingga membelakangi kiblat

6. Alirkan air sabun sambil menggosok bagian kanan jenazah hingga bersih 

7. Balikkan jenazah ke kiri hingga menghadap kiblat

8. Alirkan air sabun sambil menggosok bagian kiri jenazah hingga bersih 

9. Dudukkan jenazah diurut perutnya dengan 1 kali, 3 kali atau 5 dengan hitungan ganjil hingga keluar kotoran dari perut sampai bersih

memandikan jenazah

10. Bersihkan lubang telingan, kuping, pusat, celah kuku, kelamin laki-laki dengan alat pembersih kuping hingga bersih

11. Bersihkan mulut, lubang hidung hidung, celah antara jari tangan/jari kaki, belakang telinga, lubang zubur, kemaluan perempuan dengan tangan

12. Basuhlah seluruh badan jenazah dengan air suci dan mensucikan

13. Wudhu’kan dan baca doa dengan mendudukan jenazah hingga selesai oleh petugas

14. Lap dengan handuk  dengan pelan-pelan hingga kering

Pindahkan jenazah ke tempat yang dikafani dengan masih tertutup seluruh badan kecuali muka yang ditutup dengan kain yang jarang

Nah itulah tata cara memandikan jenazah. Share/bagikan postingan ini semoga bermanfaat.


Selasa, 09 Maret 2021

Pencak Silat dan Teknik-Teknik Dasar

 KETERAMPILAN GERAK AKTIVITAS BELADIRI PENCAK SILAT

Pencak silat merupakan olahraga beladiri asli indonesia yang harus di lestarikan. Karena banyak nilai-nilai leluhur didalamnya yang wajib diketahui yang wajib diketahui oleh generasi lama maupun generasi milenial yang mendatang. 

Istilah Pencak Silat pada umumnya menggambarkan bentuk seni tari yang diiri dengan musik khasnya dan menggunkana busana tradisonal kah nusantara. Pencak silat membangun dan mengembangkan kepribadian dan karakter spiritual. Pencak silat lebih cenderung pada aspek fisik yang menyesuaikan dengan olah tubuh, aspek olahraga inimeliputi pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik untuk tunggal, ganda maupun regu.

Pencak Silat


Pencak silat merupakan beladiri yang memiliki sistem sikap dan gerak yang terencana, terorganisir, terarah, terkoordinasi dan terkendali,  yang bercirikan penggerakan seluruh bagian tubuh dan anggota badan lainnya sebagai alat penyerangan. Dan bela diri dapat dilakukan dengan atau tanpa alat (senjata). Pencak silat dapat berfungsi untuk menghindari dari segala bahaya baik secara jasmani maupun rohani.

Berikut  beberapa gerak pencak silat sebagai pemula :

a. Sikap Kuda-Kuda Depan

Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak sikap kuda-kuda melalui beberapa tahapan 

1. Sikap berdiri, posisi kaki depan di tekuk dan kaki belakang lurus

2. Telapak kaki belakang serong ke luar

3. Berat badan di tumpukan di kaki depan

4. Badan tegap dan pandangan ke depan

5. Kedua tangan bersiap di depan dada

6. Perhatikan gambar di samping

b. Kuda-Kuda Belakang

1. Berdiri dengan bertempu pada kaki belakang

2. Tumit yang dipakai sebagai tumpuan lurus dengan panggul

3. Condongkan badan ke depan

4. Kaki depan jinjit dengan menapak dengan tumit atau ujung kaki

5. Kedua tangan bersiap di depan dada

c. Kuda-Kuda Tengah

1. Berdiri dengan kaki di buka lebar

2. Kedua lutut di tekuk sehingga titik berat badan berada di kedua kaki

3. Kedua tangan bersiap di depan dada

d. Kuda-Kuda Samping

1. Berdiri dengan kaki dibuka Lebar menyerong ke kanan

2. Salah satu kaki ditekuk dan kaki yang lain lurus ke samping

3. Berat badan Ditumpukan pada kaki depan

4. Bahu sejajar atau segaris dengan kaki

5. Kedua Tangan bersiap di depan dada

e. Kuda-Kuda Silang Depan

pencak silat


1. Berdiri tegak lurus dengan kaki kanan didepan sebagai titik tumpuan

2. Kaki kiri silangkan di belakang kaki kanan dengan sentuhan dengan ibu atauujung jari kaki 

3. Kedua tangan bersiap di depan dada

f. Kuda-Kuda Silang Belakang 

1. Berdiri menyamping dengan tumpuan kaki kanan, kaki kiri aga di tekuk menyilang di belakang kaki kanan

2. Badan tetep lurus agar tetap seimbang

3. Kedua tangan bersiap di depan dan bawah atas 

Nah itulah beberapa gerakan kuda-kuda untuk pemula, Silahkan dicoba


MEMANIPULASI AUDIO DENGAN MENGGUNAKAN FITUR- FITUR PERANGKAT LUNAK AUDIO DIGITAL

Belajar Dasar Suara dan Aplikasi Pengolah Suara Suara adalah Sesuatu yang dihasilkan oleh getaran yang berasal dari benda bergerak. Sesuatu ...