Kamis, 25 Maret 2021

Tata cara mengkafani jenazah dengan syariat islam

 MENGKAFANI JENAZAH 

Mengurus jenazah merupakan kewajiban manusia yang hidup berdampingan sekaligus sebagai umat yang taat, oleh karena itu kita harus saling membantu dan sama halnya dengan memandikan jenazah yaitu hukumnya fardhu kifayah

Berikut tata cara mengkafani jenazah laki – laki dan perempuan 

1. Sobek/gunting kain kafan selebar + 2 cm sepanjang kain untuk tali pocong (ikat)

2. Potong kain  kafan sesuai dengan ukuran dan kelamin (laki 3 lapis, perempuan 5 lapis)

3. Guntinglah kainkafansatu helai untuk cawat. Lebar tali 5-7 cm. 

4. Kain untuk cawat. Caranya dengan menggunting kain sepanjang 50 cm lalu dilipat menjadi tiga bagian yang sama. Salah satu ujungnya dilipat kira-kira 10 cm lalu digunting ujung kanan dan kirinya untuk lubang tali cawat. Lalu masukkanlah tali cawat pada lubang-lubang itu. Dalam cawat ini berilah kapas yang sudah ditaburi kapur barus atau cendana sepanjang cawat. 

5. Kain sorban atau kerudung. Caranya dengan menggunting kain sepanjang 90/115 cm lalu melipatnya antara sudut yang satu dengan yang lain sehingga menjadi segi tiga. Sorban ini berguna untuk mengikat dagu mayit agar tidak terbuka. 

6. Sarung. Caranya dengan menggunting kain sepanjang 125 cm atau lebih sesuai dengan ukuran mayit. 

7. Baju. Caranya dengan menggunting kain sepanjang 150 cm atau lebih sesuai dengan ukuran mayit. Kain itu dilipat menjadi dua bagian yang sama. Lebar kain itu juga dilipat menjadi dua bagian sehingga membentuk empat persegi panjang. Lalu guntinglah sudut bagian tengah menjadi segi tiga. Bukalah bukalah kain itu sehingga bagian tengah kain akan kelihatan lubang berbentuk belah ketupat. Salah satu sisi dari lubang itu digunting lurus sampai pada bagian tepi, sehingga akan berbentuk sehelai baju.

8. Letakkan tali-tali pengikat kain kafan sebanyak 5 helai, dengan perkiraan yang akan ditali adalah:

1) Bagian atas kepala 

2) Bagian bawah dagu 

3) Bagian bawah tangan yang sudah disedekapkan 

4) Bagian lutut

5) Bagian bawah telapak kaki.

9. Bentangkan kain kafan dengan susunan antara lapis pertama dengan lapis lainnya tidak tertumpuk sejajar, tetapi tumpangkan sebagian saja, sedangkan lapis ketiga bentangkan di tengah-tengah.

10. Pasang cawat dan talikan pada bagian atas

11. Tutuplah lubang hidung dan lubang telinga dengan kapas yang bulat. 

12. Sedekapkan kedua tangan mayait dengan tangan kanan di atas tangan kirinya. 

13. Tutuplah persendian mayit dengan kapas-kapas yang telah ditaburi kapur barus dan cendana yang dihaluskan, seperti sendi jari kaki, mata kaki bagian dalam dan luar, lingkaran lutut kaki, sendi jari-jari tangan, pergelangan tangan, siku, pangkal lengan dan ketiak, leher, dan wajah/muka. 

14. Lipatlah kain sarung yang sudah disiapkan.

15. Kenakan baju yang sudah disiapkan dengan cara bagian sisi yang telah digunting diletakkan di atas dada dan tangan mayit. 

16. Ikatkan surban yang berbentuk segitiga dengan ikatan di bawah dagu. 

17. Lipatkan kain kafan melingkar ke seluruh tubuh mayit selapis demi selapis sambil ditarik ujung atas kepala dan ujung bawah kaki. 

18. Kemudian talikan dengan tali-tali yang sudah disiapkan.

Adapun kain kafan untuk anak-anak adalah satu lembar kain kafan yang cukup untuk membungkus seluruh tubuhnya.Akan tetapi yang lebih utama tetap tiga lembar kain warna putih.

mengkafani jenazah


Cara mengkafani laki-laki.

1. Bentangkan tiga lebar kain kafan yang suda dipotong sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan dengan cara disusun, kain yang paling lebar diletakkan dipaling bawah. Kalau ukuran lebar kain sama, geserlah kain yang ditengah kekanan sedikit dan yang paling atas kekiris edikit atau sebaliknya. Dan jika sendainya lebar kain kafan tidak cukup untuk menyelimuti mayit, maka geser lagi hingga bias menutupi mayit. Dan jika tetap tidak bias menutupinya, baik karena mayitnya besar atau yang lain, maka lakukan penambahan sesuai dengan kebutuhan.

2. Lulutlah (berilah) kain kafan dengan wangi-wangian.

3. Persiapkan tiga atau lima utas kain tali dan letakkan dibawah kain yang paling bawah. Dan agar tali dibagian dada (diatas tangan dan dibawahnya) tidak mudah bergeser, potonglah dengan bentuk khusus. (satu utas tali yang dibagi dua, sedangkan ditengan tetap tidak disobek)

4. Persiapkan kafan yang sudah diberiwangi-wangian kayu cendana untuk diletakkan dibagian anggota badan tertentu antara lain sebagaimana berikut.

a. Bagian Manfad (lubang terus) yang terdiri dari :

• Kedua Mata

• Hidung

• Mulut

• Kedua telinga (dan sebaiknya menggunakan kapas yang lebar, sekiranya bias menutupi seluruh muka mayit)

• Kemaluan danlubang anus.

b. Bagian anggota sujud, yang terdiri dari :

• Dahi

• Kedua telapak tangan

• Kadua lutut

• Jari-jari kedua kaki

c. Bagian persendian dan anggota yang tersembunyi, yang terdiri dari :

• Kedua lutut paling belakang

• Ketiak

• Kedua telingan bagian belakang

5. Angkatlah dengan hati-hati dan baringkan diatas kain yang telah dipersiapkan sebagaimana tersebut diatas.

6. Tutuplah bagian anggota badan tertentu sebagaimana tersebut dinomor 4

7. Selimutkan kainkafan pada jenazah selembar demi selembar mulai dari yang paling atas hingga yang paling bawah, kemudian ikatlah dengan kain tali yang telah disediakan.

Cara mengkafani perempuan

1. Bentangkan dua lembar kain kafan yang sudah di potong sesuai dengan ukuran yang di butuhkan.kemudian letakkan pula kain sarung di atasnya di bagian bawah (tempat di mana badan antara pusar dan kedua lutut di rebahkan)

2. Persiapan baju kurung dan kerudung di tempatnya.

3. Sediakan lima utas kain tali dan letakkan dibawah kain kafan yang paling bawah yang telah di bentangkan.

4. Sediakan kapas yang sudah diberiwangi-wangian untuk di letakkan dibagian anggota badan tertentu

5. Angkatlah jenazah dengan hati-hati, kemudian baringkan di atas kain kafan yang sudah di bentangkan dan yang sudah di lulut dengan wangi-wangian.

6. Letakkan kapas di bagian anggota badan tertentu sebagaimana tersebut di cara nomor 04 cara mengkafani mayit laki-laki.

7. Selimutkan kain sarung di badan mayit antara pusar dan kedua lutut dan pasangkan juga baju kurung berikut kain penutup kepala (kerudung).Bagi yang rambutnya panjang di kepang menjadi dua atau menjadi tiga, dan di letakkan di atas baju kurung tempatnya di bagian dada.

mengkafani jenazah


Setelah pemasangan baju kurung dan kerudung selesai, maka selimutkan kedua kain kafan selembar demi selembar mulai dari yang paling atas sampai yang paling bawah, setelah selesai ikatlah dengan tiga atau lima tali yang telah di sediakan.

Share/bagikan postingan ini. Semoga bermanfaat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MEMANIPULASI AUDIO DENGAN MENGGUNAKAN FITUR- FITUR PERANGKAT LUNAK AUDIO DIGITAL

Belajar Dasar Suara dan Aplikasi Pengolah Suara Suara adalah Sesuatu yang dihasilkan oleh getaran yang berasal dari benda bergerak. Sesuatu ...