Rabu, 12 Oktober 2022

PENYEBAB TURUN MESIN KENDARAAN MOBIL

7  PENYEBAB TURUN MESIN MOBIL

Ketika mesin mobil kemasukan air akibat banjir, biasanya kamu akan disarankan untuk melakukan turun mesin mobil. Apa itu turun mesin. Simak info tentang turun mesin selengkapnya di artikel ini.

Turun mesin mobil atau overhaul adalah proses yang dilakukan oleh bengkel atau montir untuk melepaskan mesin mobil dari sasis mobil dan membongkarnya. Selain mobil, kendaraan bermotor lainnya pun bisa menjalani proses turun mesin.

Namun, proses turun mesin mobil ini sebetulnya dianjurkan oleh pabrikan mobil. Lalu berapa km mobil harus turun mesin? Disarankan untuk melakukan turun mesin ketika mobil sudah menempuh jarak 150 ribu km. Tujuannya agar performa mesin mobil bisa kembali seperti kondisi baru.

Kemudian apa saja sih yang menyebabkan sebuah mobil harus menjalani proses turun mesin, selain kemasukan air? Simak artikel ini lebih lanjut.



Penyebab mobil turun mesin

Secara umum, tujuan proses turun mesin atau overhaul ini adalah untuk memeriksa masalah yang ada di dalam mesin mobil. Lalu setelah masalahnya diketahui, barulah bisa ditangani. Berikut beberapa tujuan dilakukannya turun mesin

•Membersihkan semua komponen mesin. Komponen-komponen bagian dalam mesin harus dibersihkan    secara teratur agar kotoran tidak menumpuk.

•Membersihkan ruang bakar, dari kotoran tumpukan karbon

•Mengecek komponen mesin, karena komponen harus diperiksa agar dapat diketahui bagian mana saja    yang harus diganti.

•Atur ulang dudukan valve seat mesin, agar performa mesin kembali seperti baru. Mobil yang terus-   menerus dipakai maka performa mesinnya akan menurunkan. Kamu perlu melakukan overhaul agar     performanya kembali seperti baru.

Berikut ini adalah penyebab mobil turun mesin yang harus kamu ketahui.

1. Terendam air

Penyebab turun mesin mobil yang satu ini umumnya banyak terjadi saat musim hujan yang memicu banjir. Mengendarai mobil saat banjir dapat menyebabkan mesin mobil terendam air.

Air yang masuk ke mesin akan ikut berada di ruang bakar, hal ini tentu bisa menimbulkan kondisi yang berbahaya. Bila terjadi tekanan dari piston, maka bisa menyebabkan piston menjadi berlubang atau bahkan bisa pecah.

Gejala itu biasanya dikenal dengan nama water hammer dan beresiko membuat mobil harus turun mesin jika tidak ditangani lebih lanjut. Jangan pernah memaksakan mobil melaju melewati genangan air yang tinggi.

2. Overheating

Kondisi overheat ini seringkali menyebabkan mobil mogok. Untuk overheating sendiri, bisa menyebabkan berbagai kerusakan lainnya seperti kepala silinder melengkung, bercampurnya oli dengan air, dan gangguan pada mesin mobil lainnya.

Tanda overheating adalah saat mobil sedang dikendarai dengan kecepatan rendah, namun suhu mesin selalu naik, kamu harus segera periksakan mesin sebelum terjadi overheating.

Hindari untuk tetap mengendarai mobil, dan segera matikan mesin. Jika mesin sudah mengalami kerusakan, kemungkinan besar mobil kamu harus turun mesin.

3. Suara mesin kasar

Jika kamu pemilik mobil bermesin bensin, biasanya mesin akan mengeluarkan suara yang halus. Tetapi jika mobil bensin maupun diesel milikmu lama kelamaan mengeluarkan suara kasar dan keras, maka kamu perlu curiga. Sebab suara kasar merupakan salah satu ciri mobil harus turun mesin.

Jika setelah diperiksa dan masalahnya pada pulley di depan mesin, atau karena timing chain, maka dapat diperbaiki tanpa turun mesin.Tetapi jika bukan, maka kamu harus mau melakukan turun mesin untuk memeriksa penyebabnya.



4. Asap knalpot berwarna putih

Ciri mobil harus turun mesin selanjutnya adalah ketika mobil mengeluarkan asap berwarna putih pekat. Jika hal itu terjadi, berarti ada masalah dengan mesinnya.

Asap putih ini dipicu oleh masuknya oli ke ruang bakar, dan busi ikut terbakar. Kondisi tersebut dapat berimbas pada berkurangnya oli secara signifikan. Akibatnya, akan berdampak pada komponen lainnya, seperti seperti silinder head, piston, packing head, bore silinder, serta seal valve.

Semua komponen itu berada dalam blok mesin, jadi untuk memperbaikinya perlu dilakukan turun mesin mobil.

5. Pelumasan mesin tidak normal

Sistem pelumasan yang buruk, dapat merusak mesin mobil kamu. Sistem pelumasan mobil ini sangat penting sekali untuk menjaga pergesekan di dalam mesin mobil, agar tidak terjadi pemanasan yang terlalu tinggi.

Jadi ketika sistem pelumasan ini tidak bekerja dengan normal, maka komponen-komponen mesin tersebut tentu akan mengalami kerusakan karena pergesekan.

Untuk mengecek pelumasan mobil, kamu bisa memeriksa berapa liter oli yang tersisa dengan bantuan dipstick oli secara rutin.

Selain itu, kamu juga bisa perhatikan indikator oli di dashboard mobil. Ada gambar cangkir tetesan di sana. Jika gambar itu menyala, berarti ada masalah pada sistem pelumasan. Bisa disebabkan karena kurang tekanan, atau sirkulasi oli yang buruk.

6. Putusnya timing belt

Timing belt pada mobil berfungsi sebagai penyalur tenaga dari poros engkol. Jika timing belt putus, dapat menyebabkan turun mesin mobil. Karena piston dan katup-katupnya akan bertabrakan, saat timing belt terputus, dan akan membuat kerusakan pada katup dan pistonnya. Kondisi ini membuat mobil kamu harus menjalani turun mesin.

7. Air radiator tidak cukup

Air radiator yang tidak cukup jumlahnya juga dapat menjadi penyebab mobil turun mesin. Tanda yang bisa kamu amati ketika mobil distarter, lalu air radiator akan berkurang drastis atau bahkan menyembur.

Kerusakan bisa terjadi pada silinder head, silinder gasket, atau kebocoran pada radiator, mesin, maupun water pump.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MEMANIPULASI AUDIO DENGAN MENGGUNAKAN FITUR- FITUR PERANGKAT LUNAK AUDIO DIGITAL

Belajar Dasar Suara dan Aplikasi Pengolah Suara Suara adalah Sesuatu yang dihasilkan oleh getaran yang berasal dari benda bergerak. Sesuatu ...